Pernyataan Pers: Kemerdekaan Beribadah Kami Hanya

Rabu, 1 September 2010

Pernyataan Pers: "Kemerdekaan Beribadah Kami Hanya Berumur 1x24 Jam" Kemerdekaan beribadah di negeri ini nyata masih jauh panggang dari api!   Setelah pada hari Jumat, 27 Agustus 2010, Pemerintah Kotamadya Bogor secara resmi membuka gembok gereja dan tanda disegel di tembok gedung gereja GKI Bakal Pos Taman Yasmin Bogor yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor dan dibuktikan formalitas eksekusinya dengan penyerahan ...

Presiden: Lindungi Kelompok Minoritas

Sabtu, 28 Agustus 2010

Jakarta (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta seluruh warga negara untuk melindungi kelompok minoritas untuk membangun kehidupan berbangsa berdasar kerukunan antarumat beragama dan kerukunan sosial. "Mari kita lindungi dan ayomi kelompok- kelompok minoritas, baik dari segi keagamaan maupun identitas sosial lainnya. Mari kita bangun kehidupan berbangsa dan bernegara, yang dilandasi kokohnya kerukunan antarumat beragama," kata Presiden saat memberikan sambutan dalam ...

Kolom

Gus Dur dan Kontroversi "Asslamu'alaikum" (Kesaksian Ahmad Tohari)

Sabtu, 28 Agustus 2010

Bagaimana asal-muasal kontroversi bahwa Gus Dur yang dituduh ingin mengganti "Assalamu'alakum" dengan selamat pagi? berikut kesakian Ahmad Tohari.Oleh Ahmad TohariADALAH...

NEGARA HARUS MENJAMIN KEBEBASAN BERIBADAH, BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN

Jumat, 20 Agustus 2010

Indonesia merupakan negara majemuk, terdiri dari berbagai suku bangsa, agama maupun aliran kepercayaan yang merasa senasib untuk membentuk suatu negara yakni Negara...

Surat Djohan Effendi untuk Petinggi Negeri

Kamis, 12 Agustus 2010

Kepada Yang Terhormat Para Petinggi Negara RI! Para Pemuka Agama! Para Pemimpin Parpol dan Ormas!! Para Cerdik Cendekia dan Tokoh...

Liputan

Presiden: Lindungi Kelompok Minoritas

Sabtu, 28 Agustus 2010

Jakarta (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta seluruh warga negara untuk melindungi kelompok minoritas untuk membangun kehidupan berbangsa berdasar...

Antisipasi Penyimpangan Ajaran Agama, Ulama akan Distandarisasi

Rabu, 25 Agustus 2010

  Oleh : Alam Rantjatan | 25-Aug-2010, 01:11:08 WIB KabarIndonesia - Untuk mengantisipasi penyimpangan ajaran agama di masyarakat, pihak pemerintah...

Aktivis: SKB Picu Kekerasan Anti-Ahmadiyah

Jumat, 20 Agustus 2010

Menurut sebuah LSM, SKB mengenai Ahmadiyah dijadikan pembenaran berbagai keputusan Pemda untuk melakukan tindak kekerasan. Fathiyah Wardah | Jakarta...

Buku

Buku Sang Pelintas Batas

Rabu, 12 Mei 2010

News image

Djohan Effendi adalah salah satu sosok penting dalam upaya pengembangan kehidupan keagamaan yang lebih dialogis, harmonis, dan toleran dalam era...

Sosok Gus Dur sebagai Pemikir Sosial

TUSEDAY, 26 Januari 2010

News image

Judul: Gus Dur dan Ilmu Sosial Transformatif, sebuah biografi intelektual Penulis: Syaiful Arif Pengantar: Prof.Dr.Taufik Abdullah Epilog: Ulil AbsharAbdalla...

Merayakan Kebebasan Beragama

Jumat, 15 Januari 2010

News image

Judul      : Merayakan Kebebasan   Beragama- Bunga Rampai 70 Tahun Djohan Effendi Penulis    : Dawam Rahardjo, Mujibur   rahman, Andreas A....

Pernyataan Pers: Kemerdekaan Beribadah Kami Hanya Berumur 1x24 Jam
Ditulis oleh ema    Rabu, 01 September 2010 14:49   

Pernyataan Pers:

"Kemerdekaan Beribadah Kami Hanya Berumur 1x24 Jam"

Kemerdekaan beribadah di negeri ini nyata masih jauh panggang dari api!

 

Setelah pada hari Jumat, 27 Agustus 2010, Pemerintah Kotamadya Bogor secara resmi membuka gembok gereja dan tanda disegel di tembok gedung gereja GKI Bakal Pos Taman Yasmin Bogor yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor dan dibuktikan formalitas eksekusinya dengan penyerahan berita acara pembukaan segel bangunan Nomor 645.8/27-Sat.Pol.PP./VIII/2010 yang memuat alasan pembukaan segel bangunan sebagai berikut: ”Karena bangunan Gereja Kristen Indonesia tersebut telah memenuhi kewajibannya dengan mengantongi IMB Nomor 645.8-372 Tahun 2006 dan telah Berkekuatan Hukum Tetap, sesuai putusan pengadilan tata usaha negara Bandung nomor 41/G/2008/PTUN-BDG perihal Pembatalan Surat Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor Nomor 503/208-DTKP tanggal 14 Februari 2008 tentang Pembekuan Izin”, ternyata, gedung gereja telah disegel kembali oleh Pemerintah Kota Bogor per tanggal 28 Agustus 2010.

 

Penyegelan kali ini, seperti juga penyegelan yang terjadi sebelumnya, juga tidak berdasar, sebab sejak awal gereja sudah mengikuti prosedur pendirian rumah ibadah dan sudah memiliki izin mendirikan rumah ibadah secara resmi.

 

Sebagaimana termuat dalam pernyataan kami yang kami keluarkan kemarin, Sabtu 27 Agustus 2010, setelah peristiwa pembukaan segel gereja yang dilakukan secara resmi oleh Pemerintah Kota Bogor melalui SatPol PP Kota Bogor, ada sekelompok kecil kelompok liar yang menyegel bangunan gereja secara liar pula.

 

Atas peristiwa penyegelan liar ini, gereja mengambil langkah memotong sendiri gembok dan rantai liar yang sempat mengunci gerbang gereja dan menurunkan spanduk penyegelan liar tersebut. Namun, ternyata, alih-alih pemerintah Kota Bogor menegakkan hukum dan ketertiban serta menjamin hak beribadah bagi warga kotanya, kami justru menemukan kenyataan bahwa bangunan gereja kami kembali disegel oleh Pemerintah Kota Bogor. Beruntunnya peristiwa-peristiwa buka-tutup segel ini dalam kurun waktu sekitar 1x24 Jam membawa kami pada pertanyaan: ”Apakah Pemerintah Kota Bogor ada di bawah kendali kelompok-kelompok liar intoleran yang mengatasnamakan agama sehingga tunduk pada kehendak mereka?” Jika benar, sungguh hal ini adalah kondisi bernegara yang sangat mengkhawatirkan sebab ini berarti negara ini, dan pemerintahan di Kota Bogor yang menjadi bagian didalamnya, tidak lagi dijalankan berdasarkan hukum, dan tidak lagi berdasarkan UUD 1945 yang menjamin kebebasan beribadah, namun didasarkan pada hukum jalanan dan liar, berdasarkan tekanan kelompok-kelompok liar intoleran yang tidak menghormati hukum, dan konstitusi negara.

 

Menyadari hak kami selaku warga negara yang sesuai dengan konstitusi negara berhak untuk melakukan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan yang kami miliki di rumah ibadah kami sendiri, maka kami menjadwalkan akan tetap mengadakan ibadah Minggu dua mingguan seperti yang selama ini kami lakukan. Ibadah tersebut akan dilangsungkan pada Hari Minggu tanggal 5 September 2010 yang akan datang di lokasi gereja di Taman Yasmin tepat pukul 08.00 WIB.

Kami berharap Pemerintah Kota Bogor dan seluruh aparat yang terkait dapat terus memastikan tegaknya UUD 1945, Pancasila dan Semboyan Nasional Bhinneka Tunggal Ika di wilayah Kota Bogor bagi seluruh warga Kota Bogor.

 

Semoga kerukunan, penghargaan antar umat beragama dan perlindungan terhadap semua pemeluk agama dan kepercayaan dalam menjalankan ibadahnya terus ada dan tumbuh di Kota Bogor dan di seluruh bagian tanah air kita Indonesia.

 

Bogor, 29 Agustus 2010

Hormat kami,

Majelis Gereja Kristen Indonesia,

Jl. Pengadilan 35 Bogor

Pdt. Ujang Tanusaputra Pdt. Esakatri Parahita

Ketua Umum Sekretaris Umum

Untuk informasi dan penjelasan lebih lanjut dapat menghubungi:

Bp. Thomas Wadu Dara (081316195930), Bp. Jayadi Damanik  (081383259748)

Bp. Bona Sigalingging (08121116660), Ibu Dwiati Novita Rini (08111103276)

N.B.: Terlampir adalah 2 foto Berita Acara Pembukaan Segel dan Penyegelan kembali.

 
Presiden: Lindungi Kelompok Minoritas
Ditulis oleh ema    Minggu, 29 Agustus 2010 06:22   

Jakarta (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta seluruh warga negara untuk melindungi kelompok minoritas untuk membangun kehidupan berbangsa berdasar kerukunan antarumat beragama dan kerukunan sosial.

"Mari kita lindungi dan ayomi kelompok- kelompok minoritas, baik dari segi keagamaan maupun identitas sosial lainnya. Mari kita bangun kehidupan berbangsa dan bernegara, yang dilandasi kokohnya kerukunan antarumat beragama," kata Presiden saat memberikan sambutan dalam peringatan Nuzulul Quran Tahun 1431 Hijriyah di Istana Negara, Jakarta, Kamis malam.

Presiden Yudhoyono menegaskan, setiap individu di Indonesia memiliki kemerdekaan untuk menjalankan agama dan kepercayaan. Oleh karena itu, tidak boleh ada satu pihak yang memaksakan kehendak kepada pihak lain.

"Apalagi dengan cara kekerasan," kaya Presiden.

Kepada seluruh warga negara, Presiden meminta kerja sama untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang teduh dan damai, serta kehidupan keagamaan yang mengedepankan kebersamaan, daripada memperuncing perbedaan.

Untuk itu, Kepala Negara meminta semua warga negara untuk tidak selalu melihat atau mencari kesalahan pihak lain.

"Jika kita selalu melihat orang lain dari keburukannya, kapan kita melihat kebaikan orang itu, yang diri kita pun belum tentu punya," kata Presiden.

Selaras dengan hikmah Nuzulul Quran dengan tema "Al Quran dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan", Presiden juga meminta umat Islam untuk terus menimba ilmu pengetahuan dan mengembangkan teknologi untuk kehidupan bangsa yang lebih baik.

Al Quran, menurut Presiden, telah memerintahkan umat Islam untuk terus menimba ilmu. Hal itu selaras dengan amanat Pasal 31 ayat (5) UUD 1945 yang menyatakan, "Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa, untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia."

"Dalam perspektif itulah, kita kembangkan pendidikan yang tidak lepas dari aspek teologis. Pendidikan yang menyelaraskan antara kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual," kata Presiden.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri peringatan Nuzulul Quran Tahun 1431 Hijriyah di Istana Negara, Jakarta, dengan didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, dan Ibu Herawati.

Peringatan Nuzulul Quran 1431 H itu dimulai pada pukul 20.00 WIB, tepat setelah Presiden bersama Ibu Ani dan Wakil Presiden bersama Ibu Herawati memasuki tempat acara.

Nuzulul Quran adalah waktu turunnya Al Quran.

Acara kemudian diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran. Kemudian disampaikan uraian hikmah Nuzulul Quran dengan tema "Al Quran dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan" yang disampaikan oleh Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin.

Setelah itu, Menteri Agama Suryadharma Ali menyampaikan sambutan yang disusul dengan pembacaan ayat suci Al Quran.

Kemudian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Acara yang berlangsung di Istana Negara itu berlangsung khidmat. Sejumlah pejabat dan perwakilan negara sahabat nampak hadir.

Beberapa pejabat tinggi dan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II juga berada di tempat acara, antara lain Ketua DPR Marzuki Alie, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad.

http://nasional.kompas.com/read/2010/08/26/23020859/Presiden.Lindungi.Kelompok.Minoritas-8

 
Gus Dur dan Kontroversi "Asslamu'alaikum" (Kesaksian Ahmad Tohari)
Ditulis oleh ema    Minggu, 29 Agustus 2010 05:59   

Bagaimana asal-muasal kontroversi bahwa Gus Dur yang dituduh ingin mengganti "Assalamu'alakum" dengan selamat pagi? berikut kesakian Ahmad Tohari.

Oleh Ahmad Tohari

ADALAH Edy Yurnaedi almarhum. Suatu siang, pada 1987, wartawan Majalah Amanah itu bergegas masuk ke ruang redaksi di Jalan Kramat VI Jakarta. Dengan wajah gembira dia meminta beberapa redaktur, di antaranya saya, mendengarkan laporannya. Dia baru selesai mewancarai KH Abdurrahman Wahid di Kantor PBNU. Topik wawancaranya adalah pluralitas internal umat Islam Indonesia.

Maka rekaman wawancara pun diputar. Intinya, Gus Dur mengatakan, kemajemukan di dalam masyarakat muslim di Indonesia sudah menjadi kenyataan sejak berabad lalu. Meskipun sebagian besar umat Islam Indonesia menganut Mazhab Syafi’i namun ada juga yang mengambil mazhab lain. Bahkan penganut Islam Syi’ah, Ahmadiyah, abangan pun ada. Menurut Gus Dur tingkat penghayatan umat pun amat bervariasi dari yang hanya berkhitan dan bersyahadat waktu menikah sampai yang bertingkat kiai. Namun, ujar Gus Dur kemajemukan itu harus tetap terikat dalam ukhuwah islamiyah atau ikatan persaudaraan Islam. Artinya, sesama umat Islam yang berbeda aliran maupun tingkatan pemahaman seharusnya saling menyambung rasa saling hormat.

Gus Dur sangat tidak suka terhadap istilah Islam KTP atau Islam abangan. Baginya, semua orang yang sudah bersyahadat dan berkelakuan baik ya muslim. Mereka yang ketika bertamu masih memberi salam dengan ucapan kula nuwun (Jawa), punten (Sunda) atau selamat pagi, ya muslim karena syahadatnya.

” Kalau begitu Gus, ucapan assalamu alaikum bisa diganti dengan selamat pagi?”  tanya Edy Yurnaedi.
” Ya bagaimana kalau petani atau orang-orang lugu itu bisanya bilang kula nuwun, punten atau selamat pagi? Mereka kan belum terbiasa mengucapkan kalimat dalam bahasa Arab kayak kamu?” 

Itulah inti pendapat Gus Dur dalam wawancara dengan Edy Yurnaedi. Edy mengusulkan wawancara itu dimuat dalam Majalah Amanah edisi depan dengan penekanan bahwa Gus Dur menganjurkan mengganti assalamu alaikum dengan selamat pagi. Alasannya cukup konyol. Menurut Edy, Majalah Amanah yang kala itu baru berumur satu tahun harus membuat gebrakan dalam rangka menarik perhatian pasar. ” Kan nanti Gus Dur akan membantah. Dan bantahan itu kita muat pada edisi berikut. Nah, jadi malah ramai kan? Ini cuma taktik pasar kok,”  Edy ngotot.

Drs H Kafrawi Ridwan MA yang waktu itu jadi pemimpin redaksi lebih suka mengambil sikap momong kepada yang muda. Maka usul Edy ditawarkan kepada rapat. Tentu ada yang pro dan kontra. Celakanya lebih banyak yang pro. Mereka beralasan seperti Edy, cuma taktik pemasaran, dan Gus Dur mereka yakini akan membantah.

Dan terbitlah edisi assalamu alaikum itu. Benar saja, masyarakat riuh. Gus Dur menuai kecaman. Oplah majalah terdongkrak. Dan Edy melanjutkan aksinya dengan mewawancarai kembali Gus Dur. Diharapkan Gus Dur akan membantah bahwa dia telah menganjurkan mengganti assalamu alaikum dengan selamat pagi. Tapi Edy amat terkejut ketika Gus Dur dengan enteng menjawab, buat apa membantah. ” Biarin, gitu aja kok repot.”

Edy pulang ke kantor dengan wajah lesu. Oleh pemimpin redaksi dia dianggap telah gagal menyukseskan strategi pemasaran. Memang, oplah naik tetapi makan korban berupa terjadinya fitnah di tengah masyarakat. Secara pribadi saya pernah minta Gus Dur berbuat sesuatu untuk menghentikan fitnah yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Tapi dasar Gus Dur. Dia tetap pada pendirian akan membiarkan fitnah itu berhenti sendiri.

Sayang fitnah itu ternyata berumur panjang. Setelah Gus Dur wafat kemarin masih terdengar suara penyiar yang mengatakan Gus Dur pernah ingin mengganti assalamu alaikum dengan selamat pagi. Maafkan kami para wartawan dan redaksi Majalah Amanah yang telah bermain api yang ternyata membakar kami sendiri. Gus Dur sendiri tetap berjiwa besar, tetap bersahabat, meskipun banyak yang terpaksa salah faham. Gus Dur tidak pernah mengusulkan mengganti assalamu alaikum dengan selamat pagi. Untuk hal ini saya akan menjadi saksi bagi Gus Dur.

Dia, dengan kebesaran jiwa hanya ingin mengajak siapa pun untuk menghargai sesama muslim yang bisanya mengucap salam dengan kula nuwun, punten, atau selamat pagi. Ini adalah sikap dasar Gus Dur yang menyintai semua muslim dari yang hanya bermodal khitan sampai yang bergelar kyai. Bahkan ukhuwwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan) yang berkembang dari iman membuat Gus Dur memiliki rasa cinta kepada siapa saja, tak pandang ras, agama, maupun status sosial. Sugeng tindak, Gus, insya Allah kula ndherek.

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/01/02/93511/Kula.Ndherek..Gus

 


Halaman 1 dari 21


Sekretariat ICRP Jakarta
Jl. Cempaka Putih Barat XXI No.34, Jakarta 10520, Indonesia  
Tel. (62-21)42802349, 42802350, Fax. (62-21)4227243

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.